Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan

Sejarah Pramuka di Dunia dan Indonesia

Sejarah Pramuka di Dunia dan Indonesia - Praja Muda Karana atau lebih dikenal sebagai Pramuka, merupakan istilah yang memiliki arti kaum muda yang suka berkarya. penggunaan istilah Pramuka di Indonesia baru resmi digunakan pada tahun 1961. Akan tetapi gerakan pramuka sebenarnya sudah ada dengan nama kepanduan sejak zaman penjajahan belanda.
Bagi anda yang belum tahu tentang sejarah pramuka dan ingin tahu seperti apa sejarah pramuka di Indonesia maupun sejarah pramuka di dunia. Berikut ini kami sajikan ulasan tentang sejarah lengkap pramuka di indonesia dan dunia.

Sejarah Pramuka di Dunia

Kata "pramuka" hanya dipakai di Indonesia sedangkan di dunia pramuka disebut Scout. Gerakan yang juga disebut Scout Movement atau Scouting ini bertujuan untuk pengembangan para pemuda secara mental, spiritual dan fisik. Sejarah pramuka di dunia sendiri dimulai pada 25-7-1907 ketika Lord Robert Baden Powell saat itu menjabat sebagai Letnan Jendral tentara Inggris untuk pertama kalinya melaksanakan perkemahan pramuka selama 8 hari di pulau Brown Sea, Inggris. perkemahan tersebut ia adakan sebagai cara membina kaum muda di Inggris yang terlibat dalam kekerasan dan tindak kejahatan, beliau menerapkan scouting secara intensif kepada 21 orang pemuda dengan berkemah di pulau Brownsea. kemudian pada tahun 1908 Powel menulis buku tentang prinsip dasar kepramukaan dengan judul pramuka untuk laki-laki (Scouting for Boys).
pengertian pramuka, gerakan pramuka, pramuka penggalang, pramuka penegak, pramuka indonesia, sejarah pramuka dunia, sejarah pramuka di indonesia.
Lord Robert Baden Powell, Bapak Pandu Sedunia
Pada tahun 1912 dengan bantuan Agnes (adik perempuannya) maka terbentuklah organisasi pramuka untuk wanita dengan nama "Girls Guides".

Kemudian pada 1916 di dirikanlah kelompok pramuka siaga dengan nama CUB (anak srigala). Pedoman kegiatan yang dilakukannya merujuk pada sebuah buku karangan Rudyard Kipling dengan judul "The Jungle Book".
Pada tahun 1918 Powell kembali membentuk Rover Scout, yaitu organisasi pramuka yang ditujukan bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. empat tahun kemudian tepatnya tahun 1922 Powel menerbitkan buku dengan judul "Rovering To Succes".

Jambore Dunia

Tahun 1920 adalah tahun yang sangat krusial pada sejarah pramuka dimana untuk pertama kalinya di laksanakan Jambore di dunia. Selain itu pada tahun 1920 juga dibentuk Dewan Internasional pramuka yang memiliki anggota 9 orang biro dan biro pusat di London. Biro Pramuka Putri memiliki lima kantor pusat sekretariat di London dan biro kantor wilayah di Arab, Amerika Latin, Eropa dan Asia Pasifik. sedangkan Biro pramuka putra dunia memiliki lima kantor wilayah yaitu Filipina, Nigeria, Mesir, Swiss dan Costa Rica.
Jambore Dunia pertama di adakan di Olympia Hall, London. Dalam kegiatan itu diundang peserta dari 27 Negara dan pada jambore pertama Lord Robert Baden Powell diangkat sebagai Chief Scout of The World (Bapak Pandu Sedunia).
Pelaksanaan Jambore dunia:
  • Jambore ke I Tahun 1924 di Olympia Hall, London.
  • Jambore ke II Tahun 1924 di Ermelunden, Copenhagen, Denmark
  • Jambore ke III Tahun 1929 di Arrow Park, Birkenhead, Inggris
  • Jambore ke IV Tahun 1933 di Budapest, Hongaria
  • Jambore ke V Tahun 1937 di Vogelenzang, Blomendaal, Belanda
  • Jambore ke VI Tahun 1947 di Moisson, Prancis
  • Jambore ke VII Tahun 1951 di Salz Kamergaut, Austria
  • Jambore ke VIII Tahun 1955 di Sutton coldfild, Inggris
  • Jambore ke IX Tahun 1959 di Makiling, Philipina
  • Jambore ke X Tahun 1963 di Marathon, Yunani
  • Jambore ke XI Tahun 1967 di Idaho, Amerika Serikat
  • Jambore ke XII Tahun 1971 di Asagiri, Jepang
  • Jambore ke XIII Tahun 1975 di Lillehammer, Norwegia
  • Jambore ke XIV Tahun 1979 di Neishaboor, Iran (dibatalkan)
  • Jambore ke XV Tahun 1983 di Kananaskis, Alberta, Kanada
  • Jambore ke XVI Tahun 1987 di Cataract Scout Park, Australia
  • Jambore ke XVII Tahun 1991 di Korea Selatan
  • Jambore ke XVIII Tahun 1995 di Belanda
  • Jambore ke XIX Tahun 1999 di Chili, Amerika Serikat
  • Jambore ke XX Tahun 2003 di Thailand
  • Jambore ke XXI Tahun 2007 di Taman Hylands, Chelmsford, Essex, Inggris
  • Jambore ke XXII Tahun 2011 di Rinkaby, Kristianstad, Scania, Swedia
  • Jambore ke XXIII Tahun 2015 di Pantai Kirara, Yamaguchi, Jepang
  • Jambore ke XXIV Tahun 2019 di The Summit Bechtel Family National Scout Reserve, Amerika Serikat

Sejarah Pramuka di Indonesia

Scouting di kenal di Indonesia dengan istilah Kepramukaan. Melalui buku "Scouting for Boy" Kepramukaan berkembang di Indonesia. kemudian Pada dekade 1950-1960 organisasi Kepramukaan tumbuh pesat baik jumlah dan ragamnya, bahkan diantaranya merupakan organisasi Kepramukaan yang berafiliasi pada parpol, yang tentunya hal itu menyalahi prinsip dasar Kepramukaan.
Memperhatikan keadaan yang demikian dan atas dorongan para tokoh Kepramukaan saat itu, serta bertolak dari ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960, Bung Karno (Presiden RI saat itu) selaku mandataris MPRS pada tanggal 9-3-1961 memberikan amanat kepada pimpinan Pandu di Istana Merdeka. Bung Karno merasa berkewajiban menjalankan amanat MPRS, untuk lebih mengefektifkan organisasi kepanduan (Kepramukaan) sebagai salah satu komponen bangsa yang berguna dalam mendorong pembangunan negara.

Maka dari itu Soekarno menyatakan pembubaran organsiasi kepanduan (Kepramukaan) di Indonesia dan menggabungkannya ke dalam suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan yang tunggal dengan nama GERAKAN PRAMUKA yang diberi tanggung jawab menjalankan pendidikan kepanduan kepada pemuda serta anak-anak Indoneisa. Gerakan Pramuka dengan lambang TUNAS KELAPA di bentuk atas KEPPRES (Keputusan Presiden) Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20-5-1961.
pengertian pramuka, gerakan pramuka, pramuka penggalang, pramuka penegak, pramuka indonesia, sejarah pramuka dunia, sejarah pramuka di indonesia.
gambar pramuka penggalang putra
Meskipun Gerakan Pramuka keberadaannya ditetapkan dengan KEPPRES (Keputusan Presiden) Nomor 238 tahun 1961, tapi secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada publik pada tanggal 14-8-961 sesaat setelah Presiden RI menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan KEPPRES Nomor 448 Tahun 1961. Sejak saat itu maka 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka. 
pengertian pramuka, gerakan pramuka, pramuka penggalang, pramuka penegak, pramuka indonesia, sejarah pramuka dunia, sejarah pramuka di indonesia.
gambar pramuka penggalang putri
Seiring Jalannya waktu perkembangan Gerakan Pramuka mengalami naik turun, karena gerakan ini tidak dianggap pentingnya oleh kaum muda. menindak lanjuti hal tersebut maka pada peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-45, Presiden SBY mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Implementasi Revitalisasi Gerakan Pramuka antara lain adalah dalam upaya pemantapan organisasi Gerakan Pramuka, yang sudah menghasilkan terbitnya UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. 

Keanggotaan Pramuka

Anggota Gerakan Pramuka terdiri atas Anggota Dewasa dan Anggota Muda. Anggota Muda merupakan Peserta Didik Gerakan Pramuka yang dibagi menjadi beberapa golongan di antaranya:
  • Golongan Siaga adalah anggota yang berumur 7 - 10 tahun
  • Golongan Penggalang adalah anggota yang berumur 11 - 15 tahun
  • Golongan Penegak adalah anggota yang berumur 16 - 20 tahun
  • Golongan Pandega adalah anggota yang berumur 21 - 25 tahun
Anggota yang berusia di atas 25 tahun berstatus sebagai anggota dewasa. Anggota dewasa Gerakan Pramuka terdiri dari:
  • Instruktur Saka
  • Pamong Saka
  • Pembantu Pembina
  • Pelatih Pembina
  • Pembina Pramuka
  • Tenaga Pendidik

Demikianlah Artikel tentang Sejarah Lengkap Pramuka di Dunia dan Indonesia. Semoga artikel diatas dapat bermanfaat bagi kita semua baik itu pengertian pramuka, gerakan pramuka, pramuka penggalang, pramuka penegak, pramuka indonesia, sejarah pramuka dunia dan sejarah pramuka di indonesia.

Benarkah nabi Muhammad SAW adalah orang keturunan Jawa yang hidup di Arab?


Benarkah nabi Muhammad SAW adalah orang keturunan Jawa yang hidup di Arab ? Pertanyaan aneh tersebut pernah menuntun kepada banyak perdebatan di media sosial bahkan dalam beberapa pengajian. Pertanyaan ini muncul sekitar tahun 2011 ketika salah satu pengguna sosial media dengan akun @SufiKota memaparkan pandangan yang dimiliki Cak Nun tentang garis keturunan nabi Muhammad SAW. Memang dalam sejarahnya sendiri kurang diketahui secara jelas silsilah keluarga dari ibunda Muhammad karena ada beberapa ketidak konsistenan dalam biografi Aminah sendiri. Beberapa sumber mengatakan bahwa Aminah tinggal bersama Ayahnya sementara yang lainnya berkata bahwa Aminah tinggal dibawah perlindungan kakeknya, Wahib bin Abdul Manaf.

Masa Kecil Nabi Muhammad SAW
Sebelum menjawab pertanyaan tentang “benarkah nabi Muhammad SAW adalah orang keturunan Jawa yang hidup di Arab?” ada baiknya kita mempelajari tentang perjalanan hidup nabi Muhammad SAW sewaktu ia kecil. Nabi Muhammad SAW yang memiliki nama panjang Muhammad bin Abdullah ini lahir pada tahun 570 M. dari hasil cinta Siti Aminah dan Abdullah bin Abdul Muttalib. Muhammad kecil hidup sebagai salah satu anggota Bani Hashim, salah satu keluarga di Mekkah yang cukup berpengaruh meskipun pada masa-masa awal hidup nabi Muhammad SAW, keluarga ini tidak begitu makmur. Ayahnya meninggal dunia ketika nabi Muhammad SAW masih berumur 6 bulan dalam kandungan, menyebabkan Aminah terpaksa melahirkan nabi Muhammad SAW sendirian. Demi mengikuti tradisi keluarga besar di Arab waktu itu, Muhammad harus dikirim untuk tinggal di padang pasir. Ada dua sumber yang menceritakan alasan kenapa Muhammad dikirim, dimana salah satu mengatakan bahwa tradisi Arab mengatakan kalau bayi yang hidup di padang pasir bisa mempelajari disiplin, budi luhur, dan kebebasan. Sementara sumber lain mengatakan bahwa Muhammad dikirim hanya karena keadaan di padang pasir lebih baik untuk bayi. Selama hidupnya di padang pasir, Muhammad diasuh oleh Halimah binti Abi Dhuayb, seorang wanita Badui dari kaum Bani Sa’ad.

Ketika berumur 2 tahun, nabi Muhammad SAW kembali pulang dan bertemu dengan ibunya. 3 tahun berlalu dan Aminah mengajak nabi Muhammad SAW untuk pergi ke Yathrib (sekarang Madinah) demi bertemu keluarga dari sisi Aminah dan memperkenalkan kota itu kepada Muhammad kecil, dan mereka menghabiskan satu bulan tinggal di Yathrib. Hal yang tidak diinginkan selalu terjadi, dan begitu juga kali ini ketika mereka sedang melakukan perjalanan pulang. Baru berjalan 23 mil dari Yathrib bersama budak mereka Ummi Ayman, Aminah jatuh sakit dan meninggal dunia pada tahun 577 dimana jenazahnya kemudian dikebumikan di desa Abwa’. Kehilangan ibunya membuat Muhammad kecil menjadi seorang yatim piatu, dan kemudian ia diasuh oleh kakeknya yang bernama Abdul Muttalib.

Dugaan Nabi Muhammad SAW Adalah Keturunan Jawa
Tidak banyak sejarah masa muda Muhammad yang dapat menjawab pertanyaan “apa benar nabi Muhammad SAW merupakan keturunan Jawa yang hidup di Arab?”, karenanya akan lebih baik jika kita langsung melihat kepada pernyataan Cak Nun tentang “kejawaan” Muhammad. Dugaan pertama adalah bahwa nabi Muhammad SAW menolak siapapun menggambar wajahnya demi satu alasan, yaitu untuk menghindari kontroversi yang kemungkinan akan terjadi ketika ia tutup usia mengenai bagaimana kontur wajah atau ciri fisiknya yang diduga tidak mirip dengan orang-orang arab kebanyakan.
Ciri lainnya yang dipaparkan oleh pemilik akun @SufiKota ialah cara nabi Muhammad SAW berjalan, dimana biasanya orang Arab berjalan dengan mendongakkan kepala dan angkuh. Nabi Muhammad SAW cenderung berjalan dengan cara yang santun dan jika diibaratkan “seperti menuruni bukit yang tinggi” karena cara berjalan nabi Muhammad SAW ialah badan atas agak membungkuk dengan kaki yang kuda-kudanya kuat. Selain itu, cara nabi Muhammad SAW berbicara sungguh lembut, tidak seperti masyarakat Arab masa itu yang cenderung keras. Hal lainnya adalah kebiasaan nabi Muhammad SAW untuk bertapa yang tidak dimiliki oleh masyarakat Arab.

Hal lain yang memungkinkan terjawabnya pertanyaan “benarkah nabi Muhammad SAW adalah orang keturunan Jawa yang hidup di Arab?” adalah nama sang Ibu, yaitu Siti Aminah. Salah satu sumber telah mengonfirmasi bahwa dalam kehidupan masyarakat Arab tidak ada satupun nama Siti yang merupakan Arab tulen. Kemungkinan lainnya muncul jika menelusuri garis keluarga nabi Muhammad SAW yang berasal dari nabi Ibrahim AS dan Siti Hajar. Nama Siti Hajar sendiri diduga bukan nama yang biasa digunakan oleh orang Arab karena Hajar berarti batu, dan orang Arab percaya bahwa nama adalah do’a, jadi diperkirakan tidak mungkin seorang Arab memberikan nama anaknya “batu”. Beberapa orang beranggapan bahwa nama Siti Hajar datang dari bahasa Jawa dimana Siti berarti tanah atau bumi, dan Hajar muncul dari kata ajar atau mengajar.

Perlu diperhatikan bahwa dari semua hal yang tertulis di atas, tidak pernah ada konfirmasi nyata ataupun bukti yang menguatkan bahwa nabi Muhammad merupakan keturunan orang Jawa yang tinggal di Arab. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa bukan hanya orang Jawa yang memiliki cara berjalan seperti penuturan pemilik akun @SufiKota, tapi juga orang Jepang. Untuk kebiasaan bertapa juga ada beberapa kritik bahwa hal tersebut lebih banyak dilakukan oleh orang-orang beragama Hindu, yang tidak menutup kemungkinan bahwa Muhammad bukanlah keturunan Jawa melainkan keturunan India yang mayoritasnya Hindu. Jadi, benarkah nabi Muhammad SAW adalah orang keturunan Jawa yang hidup di Arab ? Biarkanlah ini menjadi rahasia yang mungkin hanya Allah yang tahu.

Sumber: Kumpulan Sejarah

Asal Usul Nabi Adam, Sang Manusia Pertama di Bumi


Sejarah mengenai asal-usul nabi Adam yang merupakan manusia pertama yang hidup di muka bumi ini ada di hampir seluruh kitab suci dari semua agama mulai dari Kitab Kejadian milik umat Yahudi, Perjanjian Lama, Buku Mormon, Buku Iqan, hingga al-Qur’an. Menurut mitologi penciptaan Womack dari agama samawi, Adam memang adalah manusia yang pertama kali diciptakan oleh Tuhan. Dalam narasi yang ada pada Kitab Kejadian, Adam diceritakan dibuat oleh Yahmeh-Elohim (Tuhan Yahweh, tuhan Israel) meskipun kata “adam” sendiri mampu merujuk pada manusia pertama atau penciptaan manusia secara umum. Pandangan Gereja Kristen agak sedikit berbeda dalam cara pandang mereka tentang perbuatan Adam yang melanggar aturan Tuhan dimana konsekuensi dari kelalaian tersebut memiliki efek buruk terhadap hidup manusia ke depannya. Dalam ajaran Yahudi dan Kristen, dosa yang ditanggung oleh Adam dan Eve berbeda sementara dalam ajaran Islam, dosa yang mereka tanggung sama. Dalam ajaran Islam juga Adam berhasil mendapatkan maaf dari Tuhan sementara Kekristenan tetap percaya bahwa pemaafan baru terjadi dengan pengorbanan Yesus Kristus. Menurut Agama Baha’I, Islam, dan beberapa cabang Kristen, Adam adalah nabi yang pertama. Berikut mari simak informasi selengkapnya mengenai sejarah nabi adam yang telah Kumpulan Sejarah rangkum dari berbagai sumber.

Nabi Adam Dalam Kitab Kejadian
Dalam penggunaan kata “Adam” sendiri memiliki berbagai penjelasan yang berbeda-beda. Kata “Adam” bisa digunakan sebagai nama, dan pertama kali digunakan sebagai “Adamu” dan tercatat dalam daftar raja Syria. Penggunaannya sebagai kata benda di bahasa Yahudi berarti “manusia”. Sebenarnya, akar kata ini tidak berasal dari kata yang berarti “manusia” melainkan dari “a-d-m” yang berarti “merah” atau “tampan”. Sebagai kata benda maskulin, “’adam” berarti “orang” atau “manusia” dan jika digunakan dalam konteks kolektif berubah menjadi “ras manusia”. Dalam bahasa Kabalistik, Adam juga berasal dari bahasa Yahudi “Adame” yang berarti “aku menjadi sama” yang pada konteks ini menjadi sama dengan Tuhan yaitu memiliki kebebasan.

Kisah Sejarah Nabi Adam muncul dalam Kitab Permulaan sebagai kata “’adam” yang digunakan dalam berbagai macam arti yang antara lain: kolektif (manusia), individual (seorang laki-laki), tidak spesifik pada jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), dan pria. Menurut ensiklopedia Yahudi, penggunaannya dalam Kejadian 1 adalah sebagai kata umum dan dalam Kejadian 2 & 3 penggunaan antara kata umum dan individual bercampur.

Sejarah asal-usul nabi Adam – manusia pertama – pada Kejadian 1 menceritakan tentang bagaimana Elohim (Tuhan) menciptakan manusia yaitu laki-laki dan perempuan dimana nama mereka adalah Adam. Adam yang digunakan pada ayat tersebut bukanlah merujuk hanya kepada nabi Adam, melainkan Adam sebagai manusia secara keseluruhan. Baru pada Kejadian 2 sejarah tentang Nabi Adam disebut secara khusus sebagai nabi Adam yang diciptakan dari debu dan dihembuskan angin kehidupan, membuatnya menjadi makhluk hidup. Baru kemudian Tuhan menempatkan nabi Adam di Taman Eden dan memberinya perintah bahwa seluruh buah dari pohon di tempat itu boleh dimakan kecuali dari pohon pengetahuan kebaikan dan kejahatan. Tuhan kemudian berkata bahwa tidak baik bagi seorang pria sendirian jadi Tuhan mengumpulkan hewan-hewan buas dan diantara itu juga tidak ditemukan penolong yang sesuai, karenannya Tuhan membuat Adam tertidur dan mengambil salah satu tulang rusuknya untuk menciptakan seorang wanita yang diberi nama Eve.

Cerita yang menjelaskan kisah Nabi Adam berlanjut ketika dalam Kejadian 3, diceritakan bahwa Adam dibuang dari Eden. Pada cerita tentang dibuangnya nabi Adam dari Eden, sang wanita dipercaya telah dibohongi oleh sang ular untuk memakan buah pengetahuan yang jelas-jelas menentang aturan dari Tuhan. Tuhan kemudian menanyakan dialog dengan Adam dan Eve menggunakan sebuah pertanyaan retoris yang membuatnya mengakui kesalahannya. Setelah Tuhan menyelesaikan penghakiman akan semua pihak yang terkait dalam kejadian itu, Ia menjatuhkan hukuman kepada mereka. Sejarah Nabi Adam masuk ke dalam bagian baru dimana Adam dan Eve harus bekerja keras untuk pertama kalinya demi mencari makanan. Menurut Kitab Kejadian juga, ia memiliki 3 anak dari Eve yaitu Cain, Abel, dan Seth.

Kisah Nabi Adam di Agama Lain
Dalam sejarah Yahudi, menurut catatan pada rabbi dan Gulungan Laut Mati, Adam ialah seorang manusia yang sempurna sebelum dibuang dari Eden. Menurut cerita rakyat Yahudi, istri pertama Adam bukanlah Eve melainkan Lilith yang meninggalkan Adam karena menolak patuh kepadanya. Lilith pergi dan tidak kembali lagi ke Taman Eden setelah melakukan hubungan intim dengan Samael sang Malaikat.
Dalam Islam, Adam dipercaya sebagai manusia pertama yang diajak berdialog langsung dengan Allah, membuatnya menjadi pemeluk Islam dan nabi yang pertama. Salah satu komentator hadis Islam awal menulis bahwa saat penciptaan Adam, Allah mengirim Jibril dan Mika’il untuk mengambil tanah dari Bumi dimana Bumi menolak karena Bumi mengancam akan mengadu pada Allah jika kedua malaikat tersebut menghancurkannya, jadi para Malaikat kembali dengan tangan kosong. Malaikat yang selanjutnya dikirim oleh Allah ialah Izrail yang kemudian mengambil tanah dari berbagai macam daerah, menjelaskan mengapa banyak bentuk dari manusia yang berbeda. Menurut penulisnya, Adam masih belum bernyawa hingga 40 hari setelah Allah meniupkan hidup kepadanya, dan ketika mulai hidup, Adam ditunjuk sebagai pemimpin dari makhluk-makhluk yang lebih rendah, dimana Adam kemudian menamai mereka satu persatu setelah Allah mengajarkannya. Begitulah sejarah asal-usul nabi Adam – manusia pertama di muka bumi – yang juga dipercaya sebagai nabi pertama dalam agama Islam, nabi mereka ialah orang-orang yang memiliki kepercayaan yang sama tentang ketundukkan mereka pada Allah.

Sejarah Perang Mu’tah: 3.000 Pasukan Muslim VS 200.000 Pasukan Romawi


Pada sekitar abad ke-7 hingga ke-11, terjadi beberapa seri perang yang melibatkan Muslim Arab dengan kerajaan Romawi Timur atau yang disebut juga dengan kerajaan Byzantine. Peperangan besar ini terjadi ketika ekspedisi Muslim yang ada di bawah pimpinan Rashidun dan kekhalifahan Umayyad baru saja dimulai pada awal abad ke-7, dan dilanjutkan oleh penerusnya hingga pertengahan abad ke-11. Salah satu perang ini merupakan perang besar yang dikenal dengan nama perang Mu’tah. Sejarah perang Mu’tah – 3.000 pasukan Muslim melawan 200.000 pasukan Romawi sendiri dimulai pada tahun 8 Hijriah (sekitar tahun 629 Masehi) di sebuah desa di Mu’tah, bagian timur dari sungai Jordan dan Karak.

Linimasa Perang Mu’tah
Sejarah perang Mu’tah – 3.000 pasukan Muslim melawan 200.000 pasukan Romawi tidak akan dimulai tanpa sebelumnya ada sesuatu yang lebih besar, yaitu perselisihan antara pihak Byzantine dengan Muslim. Hal ini disebabkan oleh ledakan penduduk Arab dari Arab Peninsula pada tahun 630-an yang menyebabkan hilangnya sebagian besar area jajahan Byzantine di bagian selatan yaitu Syria dan Mesir yang berhasil direbut umat Muslim. Dalam rentang waktu 50 tahun, pasukan Muslim yang ada di bawah kekhalifan Umayyad yang agresif tak henti meluncurkan serangan berulang ke area Asia Minor yang saat itu menjadi daerah kekuasaan kerajaan Byzantine. Selain serangan, dua kali ancaman untuk penundukkan Konstantinopel juga dilayangkan.
Latar belakang perang Mu’tah sendiri terjadi ketika perjanjian Hudaybiyyah mengatur gencatan senjata antara kaum Quraish dan tentara yang mengatur kekuatan di Mekah. Badhan, pemerintah Sassani dari Yemen sudah mulai masuk Islam, begitu juga kaum-kaum yang ada di Arab Selatan, meningkatkan kekuatan militer di Madinah. Karena hal ini, Muhammad menjadi sedikit lebih bebas dan bisa fokus terhadap suku Arab yang ada di utara, yaitu Bilad al-Sham. Salah satu sejarawan Islam menyatakan bahwa pergerakan militer ke utara adalah karena perlakuan yang buruk pihak utara kepada utusan yang dikirim Muhammad, dimana utusan tersebut dibunuh. Yang menyebabkan kerajaan Byzantine ikut campur adalah karena kaum Bani Sulaym dan Dhat al Taih merupakan kaum yang ada dalam perlindungan Byzantine.

Sejarah perang Mu’tah – 3.000 pasukan Muslim melawan 200.000 pasukan Romawi dimulai ketika pada awal tahun 8 Hijriah (sekitar tahun 629 Masehi), Muhammad menggerakkan pasukannya menuju area Jumada al-Awwal untuk ekspedisi singkat dengan tujuan menyerang dan menghukum kaum yang membunuh utusannya. Pemimpin pasukan ini ialah Zayd ibnu Haritha, dengan Jafar ibnu Abi Talib dan Abdullah ibnu Rawahah tepat di bawahnya. Pemimpin Ghassanid dipercaya telah mengetahui tentang serangan yang direncanakan oleh Muhammad ini, sehingga ia mulai menyiapkan pasukannya dan meminta bantuan dari Byzantine. Ada dua versi tentang siapa yang memimpin pasukan besar dari Romawi ini, dimana salah satu versi mengatakan bahwa pemimpinnya adalah Heraclius langsung, dan versi lain adalah adik dari Heraclius, yaitu Theodorus.

Ketika pasukan Muslim tiba di area timur Jordan dan mengetahui ukuran tentara yang dibawa oleh pasukan Byzantine, mereka menjadi takut. Mayoritas dari mereka ingin menunggu sebentar dan menunggu bantuan dari Madinah datang, tapi kemudian Abdullah ibnu Rawahah mengingatkan mereka tentang keinginan jihad, dan mempertanyakan apakah baik jika mereka menunggu sedangkan apa yang mereka inginkan ada di depan mereka. Mendengar pernyataan dari Abdullah tersebut, hati para pasukan tergerak, dan segala keraguan yang menghantui mereka beberapa saat lalu mendadak hilang sehingga mereka berani untuk terus maju ke medan perang melawan pasukan yang jumlahnya hampir 67 kali jumlah mereka sendiri.

Pertikaian pertama antara pihak Muslim dan Byzantine yang membuka sejarah perang Mu’tah – 3.000 pasukan Muslim melawan 200.000 pasukan Romawi – terjadi di kamp mereka sendiri, di desa Musharif dimana mereka kemudian mundur ke Mu’tah. Baru di Mu’tah lah perang besar terjadi. Beberapa sumber Muslim mengatakan bahwa perang yang terjadi ini mengambil tempat di antara dua lembah dengan tinggi yang berbeda, dimana hal itu menetralkan superioritas jumlah yang dimiliki tentara Byzantine. Dalam perang ini, ketiga pemimpin pasukan Muslim tumbang satu persatu dimulai dari Zayd ibnu Haritha yang disusul oleh Jafar ibn Abi Talib dan Abdullah ibnu Rawahah setelahnya. Al-Bukhari melaporkan bahwa di bagian depan tubuh Jafar terdapat 50 luka tusuk. Melihat semangat tentara Muslim yang mulai menciut, Thabit ibnu Al-Arqam mengambil alih komando dan menyelamatkan pasukannya dari kehancuran total. Setelah perang selesai, para pasukan meminta Thabit menjadi pemimpin mereka yang ia tolak, dimana ia kemudian meminta Khalid ibnu al-Walid untuk memimpin.

Ketika perang, Khalid dilaporkan menggunakan 9 pedang yang seluruhnya rusak karena peperangan lanjutan yang terjadi sangatlah intens. Pada akhirnya, Khalid melihat bahwa situasi mereka sangat terdesak dan mulai bersiap untuk mundur. Ia terus mengonfrontasi Byzantine dalam pertikaian kecil, tapi menghindari pertikaian besar. Suatu malam, Khalid mengganti posisi pasukannya dan membawa rearguard yang telah dipasangkan bendera baru. Hal ini untuk membuat impresi bahwa ada pasukan tambahan yang dikirim dari Madinah. Khalid juga memerintahkan kepada para kavaleri untuk mundur ke belakang bukit pada malam hari agar gerakan mereka tidak diketahui oleh pihak Byzantine, dan kembali pada siang hari sambil menaikkan jumlah debu yang bisa mereka kumpulkan sebanyak mungkin. Hal ini menjadi bagian penutup sejarah perang Mu’tah – 3.000 pasukan Muslim melawan 200.000 pasukan Romawi – dimana pihak Byzantine percaya akan adanya pasukan yang menolong dari Madinah, dan memutuskan untuk mundur.

Sejarah Menara Eiffel


Eiffel adalah salah satu bangunan paling terkenal di Paris, Prancis. Bahkan sejak dibangun pertama kali pada tahun 1889, menara ini telah dikunjungi setidaknya 200 juta orang dari berbagai belahan dunia. Pada tahun 2006 saja ada lebih dari 6 juta orang rela datang jauh-jauh untuk melihat struktur beton yang memiliki tinggi 325 meter ini.
Eiffel memiliki sejarah yang sangat panjang dalam pembangunannya hingga selesai. Berbagai masalah pernah terjadi di menara yang saat ini digunakan sebagai pemancar radio dan juga pengamatan. Meski demikian, Menara Eiffel justru bertransformasi menjadi ikon romantis dunia. Tak sedikit film, cerita fiksi, dan pagelaran penuh cinta diadakan di sini. Mari mengenal Menara Eiffel dalam dengan mengenal sejarahnya di bawah ini.

Ide dan Rencana Pembuatan Menara Eiffel
Kita semua mengenal Gustav Eiffel sebagai orang di balik megahnya menara hebat ini. Bahkan nama dari menara pun mencatut nama dari perancangnya ini. Awalnya Gustav justru ingin membangun menara di Barcelona. Sayangnya rencana yang ia tawarkan dianggap sangat aneh dan bangunannya tak sesuai. Selain itu, menara juga dianggap mengeluarkan biaya yang terlalu mahal. Akhirnya ia urung membuat menara jenis apa pun di sekitar Eropa.
Ide pembuatan Menara Eiffel akhirnya muncul dari dua anak buah Gustav bernama Maurice Koechlin dan Emile Nouguier. Ia sama sekali tidak tertarik pada awalnya. Namun begitu melihat rencana itu berjalan dengan lancar, Gustav mulai mengambil alih. Ia pun membeli hak paten dari menara ini hingga sekarang dikenal sebagai Menara Eiffel yang sangat megah dan dikenal banyak orang.

Misi Pembangunan Menara Eiffel
Menara ini awalnya dibangun untuk pameran dunia. Pihak pengembang ingin menjadikan menara ini sebagai tanda seratus tahun Revolusi Prancis. Menara ini adalah simbol kekuatan dari Prancis yang sangat luar biasa. Di tengah keterpurukan Eropa di abad ke-18 mereka mampu berjuang dan membuat sebuah revolusi yang sangat besar. Bahkan berpengaruh ke banyak negara di dunia.
Gustav Eiffel mengatakan jika menara ini juga merupakan simbol ilmu pengetahuan modern. Simbol perkembangan ilmu pengetahuan dunia dari masa ke masa. Menara ini adalah tanda di mana sains hidup bersama manusia. Itulah mengapa di bangunan ini terdapat sekitar 72 nama dari para ilmuwan dan insinyur yang sangat terkenal di Prancis.

Pembangunan Struktur dan Bentuk Menara Eiffel
Pembangunan struktur dari Menara Eiffel dimulai pada tahun awal 1889 dan baru dibuka untuk umum pada 6 Mei 1889. Dalam pembangunannya menara, sekitar 300 pekerja dilibatkan untuk mengatur struktur dengan total berat mencapai 10.000 ton. Para pekerja harus berjuang dengan kuat untuk mengatur 18.038 potongan besi tempa dan sekitar 2,5 juta paku keling. Setelah berkutat selama berbulan-bulan, bangunan ini selesai dengan ketinggian dari tanah mencapai 300 meter. Lalu ditambah dengan antena menjadi 324 meter.
Bentuk Menara Eiffel awalnya mendapatkan banyak kritikan. Terlebih strukturnya disusun dengan bentuk yang tidak memiliki nilai seni. Bahkan mirip struktur jembatan yang berada di sungai. Gustav Eiffel mengatakan jika bentuk ini dibuat sesuai dengan perhitungan matematika. Tiupan angin di udara pun diperhitungkan agar menara tidak akan roboh meski dibuat sangat tinggi menjulang.

Pembukaan Menara Eiffel dan Efeknya Bagi Penduduk
Menara Eiffel dibuka pertama kali pada Mei 1889. Saat itu menara sudah dilengkapi dengan lift yang akan membawa pengunjung dari bawah menuju puncak. Hal ini mengundang banyak sekali wisatawan dari berbagai wilayah Prancis. Bahkan ada juga yang datang jauh-jauh dari negara sekitar hanya untuk melihat Kota Paris dari ketinggian yang fantastis. Di zaman itu berada di ketinggian 300 meter adalah hal yang luar biasa.
Meski menjadi daya tarik yang sangat kuat bagi sebagian orang, protes terhadap pembangunan menara ini kerap dilakukan. Banyak warga sekitar merasa tidak senang dengan menara ini. Pertama karena takut jika sewaktu-waktu bangunan ini ambruk mereka bisa menjadi korban. Lalu yang kedua karena merusak pemandangan. Struktur megah ini menghalangi banyak hal di udara.
Hal senada juga diungkapkan oleh para seniman lukis di kota ini. Mereka menganggap jika menara ini hanya membuat objek yang mereka gambar jadi hilang. Namun seiring berkembangnya waktu justru Menara Eiffellah yang menjadi objek gambar mereka. Terlebih lagi banyak wisatawan yang datang akan meningkatkan penjualan lukisan mereka.

Fungsi Menara Eiffel di Era Modern
Meski awalnya hanya digunakan untuk peringatan satu abad Revolusi Prancis, menara ini sekarang telah menjelma menjadi salah satu menara paling dikagumi di dunia. Bahkan Eiffel adalah Prancis itu sendiri. Saat ini Menara Eiffel dikenal sebagai objek wisata paling banyak dikunjungi di dunia. Dalam setahun lebih dari 3 juta orang datang ke sini untuk menikmati menara buatan Gustav Eiffel.
Saat ini Menara Eiffel digunakan untuk menara pemancar radio. Banyak sekali stasiun berita lokal menggunakan menara ini untuk bisa menjangkau semua pendengarnya seantero Paris. Selain itu, Menara Eiffel juga digunakan untuk pengamatan, baik cuaca maupun penerbangan yang ada di Prancis. Saat ada even tertentu seperti Natal, tahun baru, atau olimpiade, menara ini akan dihiasi dengan banyak sekali lampu. Saat malam hari menara ini akan bersinar dengan indah.
Menara Eiffel begitu dicintai oleh masyarakat Prancis. Mereka menganggap menara ini adalah menara keberuntungan. Jika tidak ada Menara Eiffel mungkin tak banyak wisatawan akan datang ke negeri ini.

Sejarah Patung Liberty


Patung Liberty adalah bangunan paling bersejarah dan fenomenal di Amerika. Patung ini bahkan menjadi ikon Amerika yang sangat diminati oleh banyak orang di dunia. Datang ke Amerika belum lengkap jika belum berkunjung dan berfoto di depan patung yang menjadi simbol kebebasan masyarakat Amerika.Meski saat ini Patung Liberty telah menjadi ikon kebanggaan. Tak banyak orang tahu bagaimana dahulu patung ini dibuat. Bagaimana sang pematung harus berusaha mencari dana ke sana-kemari agar patung ini mampu berdiri. Berikut sejarah pembuatan Patung Liberty yang tak banyak diketahui banyak orang di seluruh dunia.

Rancangan Awal Patung Liberty
Membahas sejarah pembangunan Patung Liberty tidak bisa dipisahkan dari sang pembuatnya yang sangat fenomenal. Dia bernama Frederic Auguste Bartholdi dan merupakan warga negara Prancis. Sejak kecil, Bartholdi sangat menyukai dunia seni, ia sempat menjalani profesi pelukis di usianya yang masih sangat muda. Untuk mengekspresikan jiwa seninya yang berapi-api, ia berhasil membuat banyak sekali patung. Salah satu hasil kerja keras dari Bartholdi dikerjakannya saat berusia 18 tahun.
Saat beranjak dewasa, ia ikut Perang Franco-Prussian. Dalam perang ini ia mendapatkan gagasan untuk membuat patung bertema kebebasan. Akhirnya ide untuk membuat Patung Liberty tercipta. Lokasi awal yang akan digunakan untuk tempat berdirinya pun bukan Amerika. Bartholdi yang saat itu menjelajah Mesir dan melihat Sphinx bermimpi akan mendirikan patung termegahnya di Terusan Suez.

Pengumpulan Dana yang Sangat Berat
Pengumpulan dana untuk Patung Liberty sangatlah sulit. Bahkan bisa dibilang merupakan proyek yang sangat mustahil. Bartholdi berusaha dengan kekuatannya sendiri untuk memengaruhi banyak orang di Prancis. Ia bergerak dari satu kantor ke kantor yang lain untuk mengumpulkan uang sekecil apa pun itu. Kritik pedas yang dilontarkan oleh banyak orang di Prancis.
Meski demikian ia tetap menjalankan misi besarnya ini. Ia meminta banyak sekali sumbangan, hingga akhirnya terkumpul sekitar 250.000 Franc (setara $750.000) di tahun 1879. Dari sini ia mulai membangun banyak bagian dari patung karena telah mendapatkan dana yang cukup banyak.
Pembuatan Patung Liberty
Patung Liberty dibuat di Prancis pada tahun 1876. Bartholi menggunakan segala kemampuannya untuk membuat patung hebat ini. Desain dasar dari patung dibuat dari metal-metal produksi Gustav Eiffel yang telah berhasil membuat Menara Eiffel berdiri tegak. Dari metal-metal kuat ini, Bartholdi mulai melapisi beberapa bagiannya dengan batu dan mulai mengukirnya sesuai dengan desain yang telah dibuat.
Selama kurang lebih 8 tahun ia berjuang sendirian. Saat ada pameran ia ikut dan menunjukkan patungnya yang sudah nyaris jadi. Dari pameran ini ia mendapatkan banyak uang yang akan digunakan untuk menyelesaikan proyek yang sangat fenomenal ini. Akhirnya di tahun 1884, Patung Liberty yang merupakan simbol dari dari dewa kebebasan Libertas berhasil diselesaikan dengan sangat sempurna.

Penggalangan Dana di Amerika Serikat
Kebanyakan orang hanya mengetahui jika Patung Liberty diberikan oleh Prancis kepada Amerika sebagai hadiah. Pada prinsipnya memang nyaris benar. Patung ini dibuat oleh warga Prancis dan beberapa dananya dikumpulkan dari para donatur. Hal ini dilakukan karena pemerintah Prancis tidak menyetujui proyek ini hingga dana tak kunjung keluar. Terlebih lagi, patung ini memakan banyak sekali biaya.
Saat Patung Liberty akan selesai, Bartholdi ingin meminta orang di Amerika untuk membantunya. Terutama untuk penyelesaian dan juga pengiriman. Biaya yang dibutuhkan lumayan banyak, dan hal ini ditolak oleh pemerintah Amerika. Mereka tidak habis pikir kenapa hanya sekumpulan batuan saja bisa memiliki harga yang sangat mahal.
Akhirnya ada seorang jurnalis bernama Joseph Putlizer yang memiliki ide brilian. Ia menulis sebuah artikel yang memengaruhi warga di Amerika untuk menyumbang. Uniknya, setiap orang yang menyumbang, namanya akan tampil di dalam koran. Strategi ini berhasil dan mampu membuat Patung Liberty berlayar jauh dari Prancis ke Amerika.

Berdirinya Dewi Kebebasan di Tanah Amerika
Setelah setahun penggalangan dana, akhirnya pada tahun 1885 Patung Liberty dibawa dari Prancis menuju Amerika. Patung ini memiliki berat puluhan ribu ton hingga butuh waktu yang cukup lama untuk mengangkutnya. Di Amerika sendiri, penyambutan patung ini dilakukan dengan besar-besaran. Banyak warga New York yang rela membantu dalam proyek ini agar bisa segera melihat patung yang sangat megah tersebut.
Penyusunan Patung Liberty berjalan cukup lama. Dari mulai sampai hingga selesai disusun butuh waktu sekitar 6 bulan. Akhirnya pada 25 Oktober 1886 patung ini mampu berdiri dengan tegak. Bahkan, sehari setelahnya dideklarasikan sebagai hari libur nasional. Banyak orang dari berbagai penjuru Amerika menyaksikan Lady Liberty yang berdiri kokoh sebagai simbol kebebasan di Amerika.

Patung Liberty di Era Modern
Di era modern seperti sekarang, Patung Liberty sudah secara resmi menjadi tempat wisata andalan di Amerika, khususnya New York. Setiap tahun ada jutaan orang datang dari berbagai belahan dunia untuk menikmati kemegahan patung wanita yang merupakan simbol kebebasan di Amerika ini. Patung ini adalah bukti jika di masa lalu ada pria yang memiliki ambisi untuk mengabadikan sebuah kebebasan di tanah yang telah lama dijajah oleh bangsa Eropa.
Saat ini Patung Liberty banyak digunakan untuk aktivitas perayaan. Setiap tanggal 4 Juli (hari kemerdekaan Amerika), area ini akan penuh sesak dengan banyak orang yang ingin menyaksikan meriahnya kembang api. Saat tahun baru pun Patung Liberty juga menjadi latar perayaan yang sangat megah.